Piala Kemenpora, Kado Terindah Untuk Ayah

3,144 total views, 51 views today

Dina tidak dapat lagi menyembunyikan rasa lelah di hadapan keluarganya. Tubuhnya ambruk. Bagimana tidak? Selepas sekolah, dia harus bergegas memacu kendaraannya agar sampai di padepokan silat. Jarak tempuh yang harus dilalui cukup jauh yakni memakan waktu satu setengah jam. Selesai latihan silat, Dina harus kembali menyusuri gelapnya malam agar bisa sampai di rumahnya.

“Kamu hanya tinggal tentukan pilihan, mana yang kau anggap lebih penting, sekolah atau silat?” sang ayah memulai obrolan seraya menghampiri anaknya yang terkulai lemas di kamarnya. “Ingat kesehatanmu, nak!” ayah menambahkan dengan penuh kekhawatiran. Dina hanya bisa mendengarkan, dan tak mampu membantah pernyataan ayahnya. Persendian yang sakit mengalahkan argumen yang sudah disiapkannya untuk ayah.

Bagi Dina, silat adalah tantangan sekaligus harapan. Banyak cita-cita besar yang ingin diraihnya di bidang olah raga yang cukup memacu adrenalin itu. Tanpa sepengetahuan keluarganya, Dina masih terus berlatih silat. Dia atur waktu semaksimal mungkin dan kebugaran tubuhnya. Setelah beberapa bulan berlatih, dia mendengar ada seleksi untuk atlet POPWILDA Jabar. Dengan antusias, dia mendaftarkan diri dalam seleksi. Dari hasil seleksi, nama Dina tertulis menjadi peserta yang lolos dan berhak mewakili kab. Indramayu untuk bertanding pada ajang POPWILDA yang diselenggarakan di Pangandaran pada tahun 2017.

Keberhasilannya menjadi atlet yang mewakili kab. Indramayu di ajang silat meluluhkan hati orang tuanya. Dan mereka pun memberikan restunya kepada Dina untuk terus berkiprah di dunia silat. “Perjuangan baru dimulai,” demikian Dina berbisik. Dia terus berlatih dengan jadwal yang semakin ketat. Mengingat jarak tempuh yang jauh menuju tempat latihan, dia memutuskan menginap di padepokan silat untuk memaksimalkan latihannya. Dari padepokan, dia langsung ke sekolah, demikian rutinitas itu dilakukan selama dua minggu.

Waktu bertanding tiba. Dengan berbekal semangat dan do’a dari orangtua, Dina menjajal kemampuannya. Dan dari ajang itu berhasil mengantongi medali perunggu, padahal medali emas hampir saja dalam genggaman. Tapi karena Dina dalam kondisi cedera, sehingga tidak dapat bermain maksimal. Capaian itu cukup baik untuk seorang atlet pemula. Kejuaraan ini menjadi starting point pada kejuaraan-kejuaran berikutnya. Dina pun aktif mengikuti kejuaraan setingkat Jabar, seperti yang diselenggarakan di Cirebon dan Bogor. Medali perunggu, lagi-lagi Dina capai dalam ajang itu.

Waktu ujian semester hampir tiba, Dina ingin fokus mempersiapkannya. Dalam pikirannya, sudah tidak akan ada pertandingan lagi. Ternyata… Dina harus mengikuti pertandingan untuk skala yang lebih besar, tingkat Nasional. Dan dia pun harus kembali berlatih. Saat berlatih, pelatihnya menyuruh berhenti karena mendapatkan kabar ayah Dina masuk Rumah Sakit. Dina dijemput kakanya menuju Rumah Sakit. Saat tiba, pemandangan yang takkan mungkin terlupa dalam hidupnya. Ayahnya koma, dengan alat dan kabel-kabel yang terpasang dalam tubuhnya. Dina panik dan lemas. Belum sempat dia masuk ke ruangan, kakaknya menangis histeris. Ayahnya telah berpulang. Dina berlari menghampiri ayahnya yang telah terbujur kaku. Air mata terus berurai, penyesalan dan kesedihan yang amat sangat kehilangan orang yang sangat dicintainya.

Kejuaran KEMENPORA, kejuaran pertama yang tidak dihadiri ayahnya. Biasanya beliau selalu menjadi supporter yang siap ada dimana pun bertanding. Dina langsung menumbangkan lawan-lawannya dari

babak awal sampai final. Medali emas pertama diraih Dina pada tingkat Nasional pula. Capaian yang sangat luar biasa. Setelah selesai acara selebrasi pemenang, Dina melihat ke atas seakan sang ayah hadir dan turut menyaksikan kemenangan yang telah diraihnya. Dia berkata` :” Ayah, ini untukmu!!!”

Dina, mahasiswa S-1 PGPAUD pokjar Indramayu itu pun terus memupuk semangatnya untuk meraih prestasi gemilang di masa datang. Tak lupa tugas belajarnya di UT pun menjadi tantangan agar dapat berhasil seperti prestasi silatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *